Pengertian URL, UDDI, SOA, Cloud Computing

Uniform Resource Locator ( URL )
URL adalah suatu “pathname” yang digunakan untuk menentukan lokasi informasi pada suatu web server. Didalam URL terdapat informasi nama mesin/host (dalam hal ini komputer) yang akan diakses, nama dokumen beserta logical pathnamenya serta jenis protokol yang akan digunakan untuk melakukan
akses ke web. Format umum suatu URL adalah :
Protokol transfer ://nama host/path/nama file

  • Protokol transfer adalah protocol yang digunakan oleh suatu browser untuk mengambil informasi.
  • Nama host adalah nama dari komputer dimana informasi tersebut berada.
  • Path/nama file adalah jalur serta nama file dari suatu informasi.

Contoh : http://www.rovelatte.com/artikel/default.html#atas

  • Bagian pertama adalah “http:”, menunjukkan protokol yang digunakan untuk mengakses dokumen yang diinginkan. Protokol ini berfungsi untuk mengatur komunikasi antara komputer client (yang kita pakai saat ini) dengan komputer server (web server). Dalam contoh ini digunakan protokol HTTP (HyperText Transfer Protocol).
  • Bagian kedua adalah “//www.rovelatte.com”, menunjukkan lokasi mesin yang akan diakses dan yang menyediakan dokumen yang dibutuhkan.
  • Bagian ketiga adalah “/artikel/default.htm”, menunjukkan logical pathname di http://www.rovelatte.com yaitu letak dokumen itu berada. Logical pathname ini tediri ari dua bagian, bagian pertama adalah “/artikel” yang berarti nama direktori tempat dokumen berada dan terakhir “/default.htm” adalah nama file/dokumen yang akan kita akses.
  • Bagian keempat “#atas”, menunjukkan suatu lokasi tertentu dari sebuah dokumen html. Bagian ini disebut sebagai anchor name.

Universal Description, Discovery and Integration ( UDDI )
UDDI adalah sebuah service registry bagi pengalokasian web service. UDDI mengkombinasikan SOAP dan WSDL untuk pembentukan sebuah registry API bagi pendaftaran dan pengenalan service. Service registry ini menyediakan sebuah area umum dimana sebuah organisasi dapat mengiklankan keberadaan mereka dan service yang mereka berikan (web service).
UDDI adalah sebuah framework yang mendefinisikan sebuah XML-based registry dimana sebuah organisasi dapat meng-upload informasi mengenai service yang mereka berikan. XML-based registry berisi nama-nama dari organisasi tsb, beserta service dan deskripsi dari service yang mereka berikan.

Service Oriented Architecture (SOA)
SOA merupakan suatu metode perancangan dalam pengembangan dan integrasi sistem, dimana tujuannya adalah untuk menciptakan loose-coupling (aplikasi yang independen atau berdiri sendiri namun dapat saling berinteraksi satu dengan yang lainnya) pada setiap aplikasi. Fungsionalitas dari SOA ini meliputi proses bisnis dan interoperability (suatu aplikasi saling berkomunikasi antar mesin maupun aplikasi lain baik itu berbeda sistem operasi maupun bahasa pemrogramannya). Inti dari SOA sendiri adalah representasi fungsi dalam bentuk “service/layanan”.
SOA merupakan suatu konsep arsitektur yang lahir karena tuntutan proses bisnis yang berubah-ubah. Apabila proses bisnis berubah, maka aplikasi-pun akan berubah mengikuti tuntutan bisnis, dan perusahaan atau organisasi memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan perubahan atau integrasi aplikasi. Dengan diterapkannya SOA, maka aplikasi yang sudah ada dapat digunakan ulang, dan dapat diintegrasikan dengan mudah dengan menerapkan teknologi-teknologi yang mendukung SOA seperti XML, WSDL, Web Service, SOAP, dan UDDI.

Dalam SOA, aplikasi dibangun atas beberapa service yang independent yang dikombinasikan dengan membuat akses/network di antara service tersebut. Service-service tersebut kemudian dihubungkan melalui link antar service. Kombinasi link antar service digambarkan dalam sebuah orchestration (link dan urutan dari service-service yang akan membentuk suatu sistem).
Untuk memudahkan penerapan SOA, sistem yang dibutuhkan adalah :

  1. Interoperabilitas (dapat berkomunikasi antar platform), yaitu di antara sistem yang berbeda dan bahasa pemrograman yang menyediakan dasar untuk integrasi antara aplikasi pada platform yang berbeda melalui sebuah protocol komunikasi. Salah satu contoh komunikasi tersebut tergantung pada konsep yang diterapkan. Menggunakan sebuah konsep untuk menurunkan kompleknya sebuah aplikasi, sehingga memungkinkan pengembang aplikasi untuk fokus pada fungsionalitas aplikasi, dan tidak terfokus pada rumitnya requirement dari sebuah protokol komunikasi.
  2. Membuat sebuah gabungan resource. Membangun dan mempertahankan aliran data ke system database gabungan. Hal ini memungkinkan fungsi baru dikembangkan sebagai referensi format bisnis untuk setiap elemen data.

Cloud Computing
Cloud computing adalah perluasan dari konsep pemrograman berorientasi objek abstraksi. Semua yang terlihat adalah sebuah antarmuka, yang menerima masukan dan memberikan output. Bagaimana output ini dihitung benar-benar tersembunyi. Dalam lingkungan cloud computing, data bisa berada pada beberapa server, rincian koneksi jaringan yang tersembunyi dan pengguna tidak ada yang tahu.

4 comments
  1. maharoni said:

    Boleh minta data tentang interoperabilitas gk teh??

    • Tixtux said:

      udah gak adaaaaa,🙂

  2. Billy said:

    ini yang soa dpt dr mn referensinya?

    • Tixtux said:

      Waa ini tugas kuliah saya dulu, biasanya aku comot di berbagai sumber. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: